Kamis, 01 Desember 2011

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA program studi kesehatan masyarakat membuka terapi totok anti rokok

Buat Teman-teman yang mempunyai keinginan atau Niat yang kuat untuk BERHENTI MEROKOK, Segera konsultasikan diri dan kami Sahabat PKIP (Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku) pun siap membantu anda.!!!


contac person : 0857 1026 5580
Email              : ivan.faturrahman@yahoo.co.id
FB                  : http://www.facebook.com/#!/ivanalfatih
mig33              : ivan-fkm

TERAPI BERHENTI MEROKOK (TOTOK ANTI ROKOK)

Salah satu cara berhenti merokok



Selama sekitar lima menit, telunjuk Fuad Baradja mengetuk-ngetuk
ubun-ubun, wajah, dan dada seorang pasien secara bergantian. Setiap kali
melakukan ketukan ketiga bagian tubuh itu, Fuad meminta pasien mengisap
rokok dan merasakan perbedaan rasa dan sensasinya. “Rasanya lebih
hambar dari yang pertama,” kata pasien tersebut.

Ketukan jari telunjuk Fuad itu bagian dari terapi untuk berhenti
merokok. ”Gunanya untuk membuka aliran darah yang selama ini
diperkirakan korslet,” ujar bekas pemain sinetron yang banting setir
menjadi pegiat anti merokok itu. ”kalau dibuka, titik-titik ini akan
berfungsi secara positif, ” katanya.

Titik aliran darah itu, ia melanjutkan, adalah titik yang lazim di
gunakan dalam metode akupunktur. Bedanya, dalam terapi ini tidak
digunakan jarum cukup dengan jari tangan. Metode yang dipakai Fuad lazim
di sebut sebagai terapi Spiritual Emotional Freedom Technique, yaitu
metode penyembuhan rasa sakit dengan menggabungkan akupunktur dengan
aspek kerohanian.

Merokok, kata Fuad, adalah penyakit emosional bukan fisik. Orang yang
merokok adalah orang yang mennganggap nikotin itu enak sehingga berefek
kecanduan. Orang yang tak merokok tidak suka, bahkan mual, bila
menghirup asap rokok. Terapi ini akan membuat seseorang merasakan rokok
itu tidak enak, pahit. ”Karena tidak enak, orang akan berhenti merokok,”
katanya.

Karena itu, orang yang ingin mengikuti terapi ini harus punya keyakinan
kuat untuk berhenti merokok. Kalau hanya coba-coba, kata Fuad, terapi
ini tidak akan mujarab. ”Saya yakinkan kepada mereka yang hendak ikut
terapi, kalau coba-coba, mending tidak usah,”katanya.

Keinginan kuat dan motivasi agar seseorang berhenti merokok dilakukan
terapis sebelum mengawali terapi inti. Pasien akan diminta menyebutkan
alasan berhenti merokok. Alasan ini, kata Fuad, harus jujur karena akan
didorong menjadi alasan kuat untuk memotivasi berhenti merokok.

Setelah itu, pasien akan diberi pengarahan tentang bahaya merokok. Dalam
hal ini, Fuad menggunakan gambar-gambar yang ditunjukkan melalui
komputer jinjingnya. Gambar yang diberikan diantarannya perbedaan
paru-paru antara mereka yang merokok dan tidak merokok, serta gambar
penyakit akibat mengisap nikotin.

Pasien yang semakin yakin untuk berhenti merokok lalu memasuki tahap
terapi inti. Pasien akan diminta menekan daerah dada dibagian kiri.
Tindakan itu terus dilakukan hingga menemukan titik yang sakit saat di
tekan. ”Titik itu tempat berkumpulnya saraf utama di tubuh kita,”kata
Fuad.

Kemudian ia meminta sang pasien ikut mengucapkan dua kalimat yang
dikatakannya. Kalimat itu semacam doa mengadu kepada Tuhan. Kalimat
biasa di sesuaikan dengan alasan si pasien untuk berhenti. ”Ini untuk
memasrahkan diri kepada Tuhan, dan menguatkan hati untuk sembuh dari
kecanduan,” katanya.

Total ada sembilan titik pada tubuh pasien yang perlu di ketuk-ketuk.
Bermula dari ubun-ubun, kemudian ke bagian wajah yang mencakup titik
diantara kedua mata, di ujung mata, di bawah mata, bawah hidung, dagu,
bawah leher, dada atas, dan dada bawah. Kemudian pasien diminta menarik
dan menghembuskan napas sedalam-dalamnya.

Setelah selesai, pasien diminta menghisap rokok. Biasanya pasien akan
merasa hambar saat merokok. Kemudian terapi akan diulangi hingga paling
banyak tiga kali. Dalam beberapa kasus, ada pasien yang muntah-muntah.
”Itu efek positif bahwa aliran darah positifnya telah di buka,” katanya.

Selama setahun mempraktekkan terapi ini, Fuad mengaku tingkat
keberhasilannya tinggi. Wayan Sudharman, salah seorang bekas pasiennnya,
berhenti total setelah menjalani terapi. Koki sebuah Hotel di Bali ini
sebelumnya mampu menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. ”kini kena
asap rokok saja saya tidak suka,” katanya.

Fuad menyarankan agar terapi di lakukan dua kali. Ia juga menyebutkan
tidak ada efek samping dari terapi ini, karena tak memakai obat. Selama
ini ia membuka praktek di ”Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok”,
kompleks perkantoran ITC Fatmawati, Jakarta Selatan.

Mereka yang berminat dapat membuat perjanjian sebelumnya di nomor
0811866411. Soal tarif ? Fuad tak mematok harga khusus, dan menyerahkannya kepada si pasien. ”Ini bagian dari kampanye saya, kok,” ujarnya.

Jumat, 01 Juli 2011

Cheat engine Ninja Saga Terbaru 2011


Games Ninja Saga merupakan game favorit bagi para gamers. Ninja Saga adalah salah satu permainan yang diciptakan dan sekaligus dimainkan di Facebook.. Banyak sekali misi yang harus dijalankan sehingga banyak yang mengandalkan cheat engine ninja saga

Kamis, 09 Juni 2011

STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA

Tidak jarang karyawan yang mengalami kecelakaan kerja bukan karena kelalaian dari dirinya saja tetapi juga karena perusahaan kurang memahami dan tidak melindungi karyawan dengan alat pengaman ketika mereka bekerja. Kalau ini dibiarkan maka motivasi dan kinerja karyawan bakal semakin menurun.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 – TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 79 TAHUN 1998
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH
NOMOR 14 TAHUN 1989
TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN
SOSIAL TENAGA KERJA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :
  1. bahwa besarnya pemberian santunan kematian dan biaya pemakaman akibat kecelakaan kerja,serta seluruh biaya yang dikeluarkan akibat kecelakaan kerja perlu ditinjau ulang karena tidak sesuai lagi

UU NOMOR 1 TAHUN 1970 – KESELAMATAN KERJA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 TAHUN 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a.       bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional;